Mendagri Singgung Sanksi Pemecatan Kepala Daerah Soal Prokes, Ganjar: Boleh, Biar Tanggung Jawab

Kompas.com - 20/11/2020, 17:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyinggung sanksi pemecatan bagi kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Boleh, enggak apa apa biar semua kepala daerah tanggung jawab," jelas Ganjar saat ditemui usai acara penutupan pameran UKM virtual di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Jumat (20/11/2020).

Kendati demikan, Ganjar mengatakan prosedur pemecatan kepala daerah juga tidak bisa serta merta karena harus melewati beberapa tahapan.

"Cuma itu ada prosedurnya, dan prosedurnya itu ada di UU pemda. Biasanya akan ada urutannya," ucapnya.

Baca juga: Disebut Pantas Diperiksa karena Biarkan Terjadi Kerumunan, Ini Respons Ganjar

Ganjar menjelaskan, seorang kepala daerah telah disumpah untuk melaksanakan peraturan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

"Nah salah satu peraturan lerundang-undangan adalah kondisi kedaruratan. UU kesehatan begitu kan, terkait dengan pandemi dan sebagainya, itu banyak sekali, itu wajib dilaksanakan," katanya.

Apabila kepala daerah tidak melaksanakan ketentuan dari UU maka sudah melanggar sumpah.

"Kalau sudah melanggar sumpah, di-impeach. Tapi proses impeach tidak “kamu tak pecat" Tidak bisa. Harus proses dari dewan gitu," ujarnya.

Meski begitu, kata dia seorang kepala daerah tidak perlu mendapatkan ancaman terkait pemecatan itu.

"Tapi intinya sebenernya, kita dari kepala daerah itu enggak usah diancam. Mestinya semua punya kesadaran dan ngerti, ngerti kalau itu masalah, kalau itu bahaya ya kita hentikan," tegasnya.

Baca juga: Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi, Ganjar Sebut Acara Keagamaan Tak Dilarang Asal Sesuai Protokol

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku telah mengeluarkan insruksi  Mendagri tentang penegakan protokol kesehatan.

Tito meminta kepala daerah untuk menjadi teladan dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19 termasuk tidak ikut dalam kerumunan massa.

Tito mengingatkan kepada daerah wajib mematuhi aturan perundangan-undangan, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Hari Pencarian, Orang Rimba yang Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Meninggal

3 Hari Pencarian, Orang Rimba yang Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Meninggal

Regional
Cerita Maling Gondol 27 Tanaman Aglonema Senilai Rp 100 Juta, Diangkut dengan Sepeda Motor

Cerita Maling Gondol 27 Tanaman Aglonema Senilai Rp 100 Juta, Diangkut dengan Sepeda Motor

Regional
Langgar Surat Edaran Wali Kota dan Tak Indahkan Peringatan Polisi, Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa

Langgar Surat Edaran Wali Kota dan Tak Indahkan Peringatan Polisi, Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa

Regional
Istri Aniaya Suami dengan Sabit, Pelaku Ikut Terluka Akibat 'Senjata Makan Tuan'

Istri Aniaya Suami dengan Sabit, Pelaku Ikut Terluka Akibat "Senjata Makan Tuan"

Regional
Puluhan Pelajar SMP Swasta di Jepara Terpapar Corona, Sempat Simulasi Belajar Tatap Muka

Puluhan Pelajar SMP Swasta di Jepara Terpapar Corona, Sempat Simulasi Belajar Tatap Muka

Regional
Perhatikan Nasib Nelayan Tanah Bumbu, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Janjikan Pengadaan Armada Besar

Perhatikan Nasib Nelayan Tanah Bumbu, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Janjikan Pengadaan Armada Besar

Regional
Dengar Gemuruh, Warga Sekitar Gunung Ile Lewotolok Lembata Kabur ke Lokasi Aman

Dengar Gemuruh, Warga Sekitar Gunung Ile Lewotolok Lembata Kabur ke Lokasi Aman

Regional
Polda Jabar Panggil Rizieq Shihab dan Pejabat Pemkab Bogor Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Polda Jabar Panggil Rizieq Shihab dan Pejabat Pemkab Bogor Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Regional
Nekat Pasang Bendera Partai hingga Berjoget di Kampanye, Kepala Sekolah Divonis Penjara, Ini Ceritanya

Nekat Pasang Bendera Partai hingga Berjoget di Kampanye, Kepala Sekolah Divonis Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Positif Covid-19, Bupati Puncak Papua Lakukan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Bupati Puncak Papua Lakukan Isolasi Mandiri

Regional
Seorang Napi Teroris Bebas dari Lapas Porong, Pernah Suplai Bahan Peledak ke Poso

Seorang Napi Teroris Bebas dari Lapas Porong, Pernah Suplai Bahan Peledak ke Poso

Regional
Fakta Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Sudah Berlangsung 3 Hari, Warga Memilih Mengungsi

Fakta Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Sudah Berlangsung 3 Hari, Warga Memilih Mengungsi

Regional
Puluhan Pelajar Terinfeksi, Sebuah SMP Swasta di Jepara Jadi Klaster Covid-19

Puluhan Pelajar Terinfeksi, Sebuah SMP Swasta di Jepara Jadi Klaster Covid-19

Regional
Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X