Ini Cara Kementan Ubah Impor Bawang Putih Jadi Swasembada

Kompas.com - 28/03/2019, 16:59 WIB
Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, di seusai meresmikan gudang bawang putih kapasitas 1000 ton di Temanggung, Kamis (28/3/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINDirektur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, di seusai meresmikan gudang bawang putih kapasitas 1000 ton di Temanggung, Kamis (28/3/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com – Kementerian Pertanian punya skema untuk mengubah kebijakan impor bawang putih menjadi swasembada pada 2021 mendatang. Berbagai cara diupayakan agar kebutuhan bawang tidak lagi bersumber dari impor.

Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, rencana swasembada bawang putih ditarget terpenuhi pada 2021 mendatang.

Saat ini, hampir seluruh kebutuhan bawang putih dipenuhi oleh impor, meski sebagian wilayah sedang panen raya.

“Ada perluasan area tanam dari APBN tahun 2019 ini di 110 kabupaten dengan luasan 30 ribu hektar. Jadi semua hasil panen masa tanam tahun 2019 semua dijadikan benih lagi,” kata Suwandi, seusai panen raya komoditas bawang putih di Desa Pekarangan, Kecamatan Kledung, Temanggung, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Petani Diimbau Jadikan Bawang Putih Hasil Panen Sebagai Bibit agar Tak Impor

Dijelaskan Suwandi, pemerintah ke depan sudah berkomitmen untuk tidak lagi mengandalkan impor untuk jenis komoditas ini.

Oleh karena itu, pemerintah membuat regulasi agar pengusaha impor juga melakukan kewajiban tanam di dalam negeri.

Dengan regulasi ini, pengusaha impor wajib membina dan melakukan kerja sama dengan kelompok tani.

Namun ke depan, sambung dia, para pengusaha yang saat ini impor, akan diarahkan menjadi pengusaha ekspor bawang putih setelah swasembada terpenuhi.

“Kembalikan kejayaan, kami tidak ingin impor bawang putih. Saat ini kami memang masih impor, tapi kami balikkan 3-4 tahun ke depan. Saat ini tren sudah bagus,” katanya.

“Jadi konsep impor nanti turun, sementara kita nanam terus nanti begitu bisa 90 ribu hektare impor langsung tutup. Makanya seluruh hasil panen jadi benih,” tambahnya.

Suwandi melanjutkan, untuk swasembada bawang, dibutuhkan lahan seluas 70 ribu hektare. Saat ini, lahan yang sudah ditanami baru 11 ribu hektare dan akan meningkat hingga 30 ribu hektare di akhir 2019 ini.

Pada akhir 2020, ditarget luas tanam bisa mencapai 90 ribu hektare, lalu pada masa tanam berikutnya diharapkan hasil panen sudah bisa swasembada.

“Panen di Temangung ini kualitasnya bagus, ada jenis lumbu putih, geol, lumbu kuning, dan lumbu hijau,” tandasnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Regional
Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Regional
Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Regional
Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Regional
Pelaku yang Begal Ibu Hamil di Palembang Ternyata Sudah 5 Kali Beraksi

Pelaku yang Begal Ibu Hamil di Palembang Ternyata Sudah 5 Kali Beraksi

Regional
Begal Ibu Hamil, Pelaku: Saya Tidak Ada Uang untuk Makan

Begal Ibu Hamil, Pelaku: Saya Tidak Ada Uang untuk Makan

Regional
Kronologi WNA Amerika Hilang Saat Menyelam Bersama Suami di Teluk Ambon

Kronologi WNA Amerika Hilang Saat Menyelam Bersama Suami di Teluk Ambon

Regional
Pemerintah Diminta Buat Aturan Larangan Keluarga Miskin Gelar Pesta Nikah

Pemerintah Diminta Buat Aturan Larangan Keluarga Miskin Gelar Pesta Nikah

Regional
Masih Kenakan Earphone, Saiman Ditemukan Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Tersetrum

Masih Kenakan Earphone, Saiman Ditemukan Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Tersetrum

Regional
Perjuangan Nurmiyanti Jadi Tukang Pijat demi Sekolah Anak, Pulang Dini Hari hingga Pernah Tak Dibayar

Perjuangan Nurmiyanti Jadi Tukang Pijat demi Sekolah Anak, Pulang Dini Hari hingga Pernah Tak Dibayar

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Orangtua Tahu Perilakunya sejak Kuliah

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Orangtua Tahu Perilakunya sejak Kuliah

Regional
Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

Regional
Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Regional
Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X