Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Cegah DBD, Hendi Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan

Kompas.com - 19/02/2019, 17:48 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prohadi, saat mengikuti kegiatan jalan sehat bersama warga di Kelurahan Wonodri, Semarang, Selasa (19/02/2019). Dok. Humas Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prohadi, saat mengikuti kegiatan jalan sehat bersama warga di Kelurahan Wonodri, Semarang, Selasa (19/02/2019).

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mengajak warga Semarang untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, saat ini jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue ( DBD) sedang memprihatinkan.

Imbauan tersebut dia sampaikan saat menghadiri kegiatan jalan sehat bersama warga di Kelurahan Wonodri, Semarang, Selasa (19/02/2019).

Saat kegiatan itu, Hendi menemukan saluran air dengan sedimentasi cukup tebal di kawasan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Dia pun langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Iswar Aminuddin, yang turut mengikuti jalan sehat, untuk melakukan pengerukan hari itu juga.

“Di sini melalui konsep bergerak bersama yang terus kami sosialisasikan. Contohnya saluran air harus dirawat bersama-sama. Pada saat sedimennya tinggi pemerintah kota masuk,” tegas Hendi.

Selan itu, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Hendi juga mengharapkan inisiatif warga untuk aktif melapor bila menemukan saluran air dengan sedimentasi tebal. Atau melakukan kerja bakti warga untuk mencegah DBD.

Menurut data Kota Semarang, kasus DBD tertinggi di Semarang terjadi tahun 2013 dengan jumlah 2.000 kasus. Sejak itu jumlahnya terus menurun sampai tahun 2018 dengan 50 kasus. Namun, di awal 2019 jumlahnya kembali meningkat sebanyak 80 kasus.

Untuk itu, Hendi mengajak warganya mengaktifkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebab, saat ini angka kasus DBD terus meningkat.

“Kalau tidak ingin ada yang terkena DBD caranya harus intensifkan dan aktifkan program PSN. Setiap Jumat pagi dicek, saluran, vas bunga, bak mandi, kalau ada air atau jentik nyamuk segera dikuras. Mudah-mudahan Wonodri tidak ada yang terkena DBD,” pungkas Hendi.

Sebagai informasi, peningkatan jumlah pasien penderita DBD terjadi pula di kota-kota lain di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, memasuki pertengahan Februari 2019 jumlah penderita DBD di Indonesia mencapai 20.321 orang.

Jumlah dengan penderita terbanyak ada di Jawa Timur sebanyak 3.074 orang, Jawa Barat 2.461 orang, NTT 1957 orang, Lampung 1.483 orang, dan Jawa Tengah 1.333 orang.

Adapun korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut mencapai 196 orang. Jawa Timur menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak dengan jumlah 52 orang. Kedua, NTT dengan jumlah 19 orang.

Beberapa daerah pun sudah menyatakan kasus DBD sebagai kejadian luar biasa, seperti Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, Kota Manado dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur. Sementara itu, Kabupaten Sumba Timur menyatakan darurat DBD.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Regional
Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Regional
13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

Regional
Siswa SMP di Kupang Nekat Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Siswa SMP di Kupang Nekat Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Regional
Pengungsi Gempa Maluku Bisa Kembali Berobat Gratis di RS Darurat

Pengungsi Gempa Maluku Bisa Kembali Berobat Gratis di RS Darurat

Regional
Nihil Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Adi Sutjipto Masih Normal

Nihil Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Adi Sutjipto Masih Normal

Regional
Alasan Risma Minta Bantuan KPK untuk Rebut Kembali 4 Aset Pemkot Surabaya

Alasan Risma Minta Bantuan KPK untuk Rebut Kembali 4 Aset Pemkot Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya