Beli BBM Dilarang Pakai Jeriken, Bisa Memicu Kebakaran

Kompas.com - 18/02/2019, 20:06 WIB
Konsumen membeli BBM di SPBU Tembalang, Semarang, Senin (18/2/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINKonsumen membeli BBM di SPBU Tembalang, Semarang, Senin (18/2/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Kegiatan jual beli bahan bakar minyak kerap dijumpai dengan beragam cara. Umumnya warga membeli dengan mengantre kendaraannya di stasiun bahan bakar umum ( SPBU).

Ada juga warga yang membeli BBM dengan jeriken. Pembelian BBM dengan jeriken ternyata tidak dianjurkan, karena bisa memicu kebakaran.

"Kecelakaan di SPBU itu banyak kebakaran. Itu salah satunya karena tingkah laku konsumen yang beli BBM ke jeriken plastik, ada juga tidak matikan mesin," ujar Dwi Darmaputra, Manager Health Safety Security Environment (HSSE) Pertamina MOR IV, seusai kegiatan bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di SPBU Tembalang, Semarang, Senin (18/2/201).

Baca juga: Kebakaran di SPBU Bojong Gede Diduga dari Jerigen yang Dibawa Pembeli


Ia menjelaskan, kecelakaan di SPBU memang tidak banyak terjadi. Rasionya 1 berbanding puluhan ribu kejadian.

Namun demikian, itu tidak membuat ancaman kecelakaan kerja tidak ada. Pertamina memperingati bulan K3 agar petugas tetap mewaspadai potensi kebakaran terutama di SPBU.

"Potensi tetap ada. Kecelakaan SPBU di Jateng ada beberapa, di Pantura lalu di Solo. Tahun lalu ada empat kasus," katanya.

Menurut Darma, semestinya insiden kecelakaan kerja bisa ditekan hingga nol kejadian. Namun demikian, ternyata masih banyak konsumen yang membeli BBM tidak mematuhi aturan ketika berada di SPBU.

Baca juga: Fakta di Balik Antrean Jeriken di SPBU, Wakil Bupati Berang hingga Sanksi kepada SPBU

Ia merinci, di zona 1 atau di tempat pengisian adalah area berbahaya dimana atmosfer mudah terbakar. Oleh karena itu penggunaan alat elektronik dilarang karena dapat meningkatkan resiko timbulnya percakapan api.

Konsumen juga saat mengisi BBM wajib mematikan mesin kendaraan, tidak merokok, tidak menggunakan handphone dan tidak memotret.

"Pengabaian konsumen masih banyak terjadi. Dari 4 kasus tadi ada yang tidak matikan kendaraan, ada juga kondisi kendaraan tidak fit karena modifikasi," katanya.

Pihaknya mendorong petugas SPBU untuk terus mengingatkan ke masyarakat untuk menyadari potensi kecelakaan itu.

Penyampaian peringatan ke konsumen diminta dilakukan secara baik-baik agar tidak tersinggung.

Baca juga: BPH Migas Imbau Korban Bencana Sulteng Tidak Beli BBM dengan Jeriken

Sementara larangan menggunakan jeriken karena alat pengisian tidak bersentuhan langsung dengan logam saat pengisian. Alat yang tidak bersentuhan dengan logam bisa memicu percikan api saat pengisian BBM.

Sementara itu, PJS General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo, mengatakan, Pertamina memberikan edukasi langsung kepada para konsumen mengenai keamanan di SPBU.

Konsumen diajak lebih memperhatikan di sisi keamanan.

“Kami melihat banyak konsumen belum paham resiko di SPBU. Salah satunya mematikan handphone saat pengisian bahan bakar," katanya.

"Kenapa dimatikan? Karena receiver sinyal di telepon selular menghantarkan arus listrik, sehingga jika arus listrik tersebut menyambar uap bahan bakar saat pengisian maka dapat memicu kebakaran," tambahnya.

Sosialisasi keselamatan sendiri ditujukan tidak hanya kepada para konsumen, namun juga petugas dan pengawas SPBU. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X