Mayoritas Tanah di Kampung Pelangi Semarang Belum Bersertifikat

Kompas.com - 10/10/2017, 09:52 WIB
Suasana di sebuah dusun di Wonosari yang dijuluki Kampung Pelangi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/5/2017). Selain penanganan kawasan kumuh, kampung warna-warni ini juga diciptakan sebagai destinasi alternatif di Semarang yang sudah dikenal dengan potensi wisatanya. AFP PHOTO / STR / SURYO WIBOWOSuasana di sebuah dusun di Wonosari yang dijuluki Kampung Pelangi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/5/2017). Selain penanganan kawasan kumuh, kampung warna-warni ini juga diciptakan sebagai destinasi alternatif di Semarang yang sudah dikenal dengan potensi wisatanya.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Kampung Pelangi di Kota Semarang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu jujukan wisata. Lokasi itu juga menjadi salah satu tempat singgah penumpang bus tingkat wisata gratis yang belum lama ini diresmikan.

Rumah warga dengan cat warna-warni di tengah kota itu menjadi pemandangan tersendiri. Namun dari 318 bidang tanah di kampung wisata itu, ternyata sebagian besar masih belum bersertifikat.

Wali Kota Hendrar Prihadi pun melaporkan hal itu kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Jalil. Sofyan bahkan diajak untuk melihat tempat wisata yang popularitu.

Setelah melihat dan berseling, Sofyan memuji keindahan wisata kreatif itu. Menteri Sofyan pun berkomitmen akan membantu proses sertifikat bagi warga di Kampung Pelangi.


"Yang disertifikat baru 148 bidang tanah," kata Hendrar, dalam siaran tertulisnya, Selasa (10/10/2017).

Hendrar mengaku senang mendengar komitmen dari kepala BPN soal sertifikat ini. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Menteri Sofyan singgah dan melihat Kampung Pelangi.

Baca juga: "Wajah" Bung Karno dan Bung Hatta di Kampung Pelangi

Kepada masyarakat, Hendrar minta agar lingkungan tetap dijaga. Kebersihan dan pelayanan kepada tamu agar diperhatikan.

"Kami harap masyarakat dapat menjaga dan merawat Kampung Pelangi," ujarnya.

Salah satu warga Kelurahan Kalisari, Ali Muchtar senang mendengar dukungan dari Menteri Sofyan terkait sertifikat tanah.

Dengan sertifikat, maka hak atas tanah menjadi lebih terjamin, sehingga bisa diwariskan ke generasi mendatang.

Wilayah Kampung Pelangi di Kelurahan Kalisari saat ini terus dikembangkan. Berbagai sarana dan prasarana tengah dibangun.

Saluran air yang berada di depan kampung wisata itu diperbaiki dan dikeruk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X